Mengapa Sifat Kerjasama Telah Lama Berakar Dalam Budaya Masyarakat Indonesia

3 Alasan Mengapa Sifat Kerjasama Telah Lama Berakar Dalam Budaya Masyarakat Indonesia

Mengapa sifat kerjasama telah lama berakar dalam budaya masyarakat Indonesia alasan pertama berasal dari para pahlawan. Dalam mengusir penjajah tidak bisa dilakukan sendiri. Sebagai contoh, seluruh kerajaan di Indonesia.

Mengapa Sifat Kerjasama Telah Lama Berakar Dalam Budaya Masyarakat Indonesia

Menurut sejarah, belum ada yang mengisahkan perjuangan mereka mampu mengusir penjajah. Indonesia memang terkenal akan sikap gotong royong. Dengan ilmu pengetahuan serta semangat gotong royong. Akhirnya, Indonesia mencapai kemerdekaan. Berbeda dengan negara lain yang diberikan hak untuk merdeka. Ibu pertiwi meraihnya sendiri. Pelajaran sejarah inilah sifat untuk tidak egois muncul dan ditanamkan oleh orang tua sejak sekarang.

Agama yang Berjumlah 6 Agama

Mengapa sifat kerjasama telah lama berakar dalam budaya masyarakat Indonesia juga dipengaruhi dari faktor segi agama. Negara ini punya 6 agama, hampir semuanya mempunyai ajaran sama yaitu kedudukan manusia sebagai makhluk Tuhan dan sosial. Hubungan antar masyarakat inilah yang mendorong lahirnya gotong royong.

Coba sekarang Sobat Contohdesainer lihat siklus hidup manusia mulai sejak lahir sampai mereka meninggal. Pasti tidak lepas dari orang lain. Saat lahir, harus minta tolong untuk bersalin, tidak bisa sendiri kecuali, punya rumah terpencil dan akses jalan sulit.

Secara konsep agama, orang tua merupakan orang lain. Karena, setiap manusia akan kembali ke Tuhan secara individu. Kemudian, saat dewasa butuh bimbingan juga diberikan pelajaran oleh guru. Walaupun, menggunakan mesin pencari di internet, tetap butuh tenaga untuk mendapatkan informasi.

Bila tidak ada mereka, belum tentu ada internet serta mesin pencari. Termasuk semua informasi didalamnya. Terakhir, saat meninggal Sobat Contohdesainer tetap butuh orang lain untuk memandikan, mendoakan, dan berbagai keperluan lainnya. Semua agama, mengajarkan bahwa persatuan kesatuan itu sangat penting.

Mengapa sifat kerjasama telah lama berakar dalam budaya masyarakat Indonesia alasan lain adalah adanya kitab suci. Hampir semuanya, mengajarkan untuk saling tolong menolong. Bila ada yang kesusahan cobalah untuk membantu, begitu seterusnya. Ajaran ini selalu ada tidak hanya di rumah, sekolah, bahkan lingkungan.

Lingkungan yang Menjadi Pengaruh Besar

Sebenarnya, pengaruh terbesar ada dilingkungan sekitar. Mulai dari sekolah, setiap guru terkadang menyuruh murid untuk belajar kelompok. Menyelesaikan masalah bersama-sama, karena satu pikiran akan kalah dengan dua hingga tiga pemikiran. Banyak solusi muncul dari setiap individu.

Selanjutnya, area rumah sendiri. Di mana, Sobat Contohdesainer hidup berdampingan dengan warga lainnya. Pasti setiap bulan ada pertemuan, membahas program warga kedepan. Dari sini, pelajaran untuk saling gotong royong muncul. Walaupun, Sobat Contohdesainer adalah orang egois dan tidak percaya orang lain. Faktor lingkungan mampu merubahnya.

Loading...

Baca juga : https://contohdesain.my.id/sebutkan-data-pribadi-dalam-daftar-riwayat-hidup/

Sebagai contoh, saat ada salah satu bagian rumah yang rusak. Pasti membutuhkan tukang untuk membenarkannya. Memang, Sobat Contohdesainer memberinya upah dari hasil pekerjaan. Tetapi, dengan tetangga, mereka tidak akan memberikan tarif. Hubungan saling mengenal ini menjadi kunci dasar persatuan kesatuan.

Mengapa sifat kerjasama telah lama berakar dalam budaya masyarakat Indonesia juga dipengaruhi dari tuntutan hidup manusia itu sendiri. Dalam lingkungan pekerjaan, ada sebuah rantai, menghubungkan pekerjaan satu dengan lainnya. Sebagai contoh, Sobat Contohdesainer adalah seorang kontraktor, pasti membutuhkan karyawan.

Dalam membangun sebuah gedung atau rumah, membutuhkan lebih dari satu karyawan saja. Perlu setidaknya empat orang, bila mereka tidak bisa gotong royong. Tidak akan mungkin rumah tersebut jadi. Kemudian, semua kebutuhan mereka seperti semen, batu bata, bukan mereka yang membuat, melainkan pekerja lain.

Keturunan dan Gotong Royong yang bisa Dirasakan dengan Nyata

Bila dilihat dari sejarah, penduduk Indonesia terdiri beberapa kerajaan. Sistem yang sudah mereka gunakan adalah gotong royong. Sebagai contoh, dalam melebarkan kekuasaan. Semangat untuk melebarkan kekuasaan ini mendorong kerajaan tersebut untuk bersatu menyerang atau bertahan melawan musuh.

Tidak heran, bila sejak dulu sudah ada strategi memecah belah musuh, dengan adu domba. Pelajaran seperti ini, bisa dipelajari oleh seluruh keturunan hingga saat ini. Selain itu, hasil nyata dari gotong royong juga bisa dirasakan nyata. Bagaimana kalau dikerjakan sendiri dengan bersama-sama memang berbeda.

Selain itu, sejak dulu bangsa ini sudah menerapkan sistem musyawarah sebagai salah satu jalan mencari solusi. Sistem ini juga menurun sampai sekarang, dengan hadirnya berbagai majelis, menghadirkan berbagai macam pemikiran satu dengan lainnya. Menimbang bersama mana lebih baik atau lebih buruk. Sejarah Indonesia adalah faktor utama pembentukan sifat gotong royong. Disertai dengan pendidikan agama melalui kitab suci, pengaruh lingkungan, serta pelajaran dari orang tua kepada anaknya. Itulah alasan mengapa sifat kerjasama telah lama berakar dalam budaya masyarakat Indonesia.

Sponsored: Berbisnis properti