desain web responsif

Definisi Desain Web Responsif Beserta 4 Teknik Dasarnya

Pelajari teknik dasar pembuatan desain website
Pelajari teknik dasar pembuatan desain website

Contohdesain.my.id – Pembahasan kali ini tentang desain web responsif yang ternyata masih belum banyak dipahami apa sebenarnya maksudnya. Berbagai pertanyaan tentang cara kerjanya dan bagaimana bisa membuat tampilan yang seperti itu. Hal ini jelas sangat menarik serta membuat kamu semakin penasaran demi meningkatkan kualitas website yang dimiliki. Jika ingin lebih dalam mari cek Wikipedia.

Desain Web Responsif

Perlu dipahami tampilan web jika diakses dengan memakai laptop ada perbedaan dengan memakai smartphone. Tugas kamu membuat tampilan dimanapun dan bagaimana cara mengaksesnya tidak menjadi berantakan atau responsif. Membuka sebuah web melalui smartphone jika tampilannya berantakan jelas membuat malas untuk melanjutkan membaca informasinya.

Desain website yang responsif mampu meningkatkan kesan positif pada bisnis karena terlihat profesional dan terpercaya. Apalagi banyaknya pengguna yang mengakses informasi melalui smartphone tentu dapat meningkatkan traffic dengan lebih cepat. Jangan sia – siakan kesempatan ini dengan cara memaksimalkan tampilan responsif halaman website yang dimiliki.

Baca juga : https://contohdesain.my.id/warna-website-yang-menarik/

Sekilas Definisi dan Manfaat Desain Website Menjadi Responsif

Bagi kamu yang belum mengetahui apa sebenarnya desain web responsif secara sederhana adalah tampilan di berbagai perangkat. Tampilan haruslah terlihat rapi, bersih, enak dibaca dan memberikan kenyamanan dalam mencari informasi. Apapun perangkat yang digunakan tampilannya tidak menjadi berantakan dari segi ukuran font maupun tata letak.

Tidak semua web yang dibuat bisa otomatis menyesuaikan untuk semua perangkat tanpa adanya teknik lainnya lagi. Apalagi jika kamu membuat situs sendiri tentu harus banyak mempelajari tentang elemen satu ini. Secara sekilas mungkin terlihat tidak terlalu penting namun dari segi manfaatnya ternyata sangat luar biasa.

Tahukah kamu sebagian besar situs webite yang memperhatikan tampilan responsif ternyata merasakan manfaatnya yaitu mengalami peningkatan traffic. Hal ini mempengaruhi branding bahkan penjualan produk atau penggunaan layanan jasa yang ditawarkan. Jadi jangan mengabaikan hal ini kalau kamu ingin sukses mengembangkan web secara mandiri untuk branding.

Baca juga : https://contohdesain.my.id/elemen-dasar-website/

Berbagai alasan kenapa kamu membutuhkan desain web responsif yang ramah untuk berbagai perangkat, antara lain:

  1. Sebagai visual branding.
  2. Konten SEO agar lebih mudah ditemukan.
  3. Memberikan pengalaman menyenangkan untuk pengguna.
  4. Kemudahan mencari informasi secara online.
  5. Meminimalkan risiko terjadinya bounce rate.

Untuk bisa membuat situs responsif memang tidaklah mudah karena harus menguasai betul – betul html atau css. Jika kamu merasa kurang mampu menguasainya dan memang butuh waktu lebih banyak untuk mempelajari. Maka bisa menggunakan jasa profesional agar lebih cepat dan berkualitas demi branding bisnis kamu.

Beberapa Teknik Dasar agar Desain Website Menjadi Responsif

Kalau kamu memiliki rasa ingin tahu yang cukup besar sehingga ingin membuat desain web responsif sendiri. Pelajari berbagai teknik dasar di bawah ini namun butuh kesabaran sampai hasilnya benar – benar sesuai keinginan. Pastikan semua elemen desain website sudah terpenuhi semua sehingga bisa fokus pada teknik ini.

Set the viewport

Secara sederhana viewport adalah semua arena yang dapat dilihat oleh pengguna di halaman web kamu. Sebelum adanya smartphone tampilan hanya disesuaikan untuk komputer jadi perlu adanya set viewport ulang. Untuk mengatur viewport kamu bisa menambahkan tag “meta” kemudian disisipkan pada bekas html.

Baca juga : https://contohdesain.my.id/cara-memulai-bisnis-desain-grafis/

Set the breakpoint

Memakai breakpoint kamu dapat mengatur style berdasarkan viewpoint jadi bukan berdasarkan kelas pada perangkat. Manfaatnya dapat diakses tanpa adanya perubahan tata letak maupun ukuran font dan berbagai komponen lain dalam web. Jangan mendifinisikan berdasarkan apa perangkat karena ternyata menyulitkan kamu untuk melakukan perawatan.

SVG

Sumber gambar haruslah memakai SVG karena memakai bahasa XML khususnya ikon. Tujuannya agar ikon dapat menyesuaikan ukurannya namun tidak ada perubahan kualitasnya. Jika format biasa membuat gambar kualitasnya menurun maka solusinya agar menjadi responsif adalah memasukkan SVG dengan memakai tag “object”.

Relative units

Konsep dasar dalam menerapkan tampilan yang responsif adalah proposionalnya itu sendiri. Jika kamu memakai relative units maka tampilan akan lebih mudah menyesuaikan sendiri dengan layar perangkat. Tidak disarankan untuk menggunakan PX karena nilainya terus berubah – ubah dan nantinya tidak sesuai harapan.

Baca Juga : https://contohdesain.my.id/sebutkan-contoh-contoh-nyata-dari-bentuk-pergaulan-bebas-saat-ini/

Memahami berbagai hal penting dalam mendesain sebuah web memang sangat penting demi memaksimalkan tampilannya. Begitupun dengan desain responsif membuat web kamu menjadi lebih fleksibel dibuka dengan berbagai jenis perangkat. Pelajari teknik – teknik desain web responsif secara perlahan agar dapat menerapkannya dengan lebih mudah dan maksimal hasilnya.

Saya adalah penulis sekaligus konten kreator yang ingin membuat website untuk khalayak umum.

Please disable your adblocker or whitelist this site!